Jakarta, objectright Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
percaya diri bahwa agresi brutal
Israel
di Jalur Gaza, Palestina, telah resmi berakhir.
Saat ditanya wartawan di gedung parlemen Israel Knesset, Trump dengan lantang membenarkan bahwa perang Israel vs kelompok milisi Hamas “resmi berakhir”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ya,” jawab Trump.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa proposal gencatan senjata yang diajukannya pada 29 September lalu merupakan akhir yang definitif dari konflik menahun Israel vs Palestina.
Kendati terus diulangi Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya tidak satu pandangan dengan ini.
Pada Minggu (12/10), Netanyahu menegaskan agresi militer di Gaza belum berakhir. Selain itu, sejumlah isu dari 20 poin rencana perdamaian yang diusulkan Trump juga belum terealisasi.
Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata pada Kamis (9/10) sesuai dengan proposal damai yang disodorkan Presiden AS Donald Trump pada 29 September lalu. Gencatan senjata itu berlaku efektif mulai Jumat (10/10) siang.
Pada kesepakatan ini, kedua belah pihak setuju untuk menjalani fase pertama gencatan senjata, yang meliputi pembebasan seluruh tawanan serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Fase kedua nantinya akan mencakup pembentukan pemerintahan baru Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina serta negara-negara Arab-Muslim, hingga pelucutan senjata Hamas.
Sejak Oktober 2023, agresi brutal Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 67.600 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan. Serangan Israel telah mengakibatkan rakyat Gaza dilanda bencana kelaparan serta meluluhlantakkan nyaris seluruh bangunan di Gaza hingga tak lagi layak untuk dihuni.
(blq/dna)
Baca lagi: Sinopsis Terminator Salvation, Bioskop Trans TV 7 Oktober 2025
Baca lagi: Not only in the Satpas, the SIM C Practice Examination is also conducted on the highway
Baca lagi: Increase fertility, here are 10 male sperm -enhancing foods
Baca lagi: Surat Terbuka Jay Idzes Usai Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026


