Kalduikan

Trump Ngotot Rebut Greenland sampai Saudi-UEA Makin Tegang di Yaman

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Daftar Isi
Trump ‘Ngotot’ Kuasai Greenland, AS Semakin Kuat Buka Opsi Militer
Iran Tuduh AS & Israel Tunggangi Demo Berdarah, Ancam Ambil Tindakan
Pemimpin STC Proksi UEA Kabur dari Yaman saat Digempur Saudi
Jakarta, objectright Indonesia

Rencana Presiden
Donald Trump
untuk merebut wilayah
Greenland
dari Denmark hingga demo berdarah yang makin parah di Iran menjadi sorotan berita internasional pada Rabu (7/1).
Perkembangan penahanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump ‘Ngotot’ Kuasai Greenland, AS Semakin Kuat Buka Opsi Militer
Amerika Serikat semakin besar membuka opsi operasi militer untuk menguasai Greenland, wilayah yang kini di bawa proteksi Denmark.
Negara-negara di Eropa dan Kanada pun bereaksi keras dan menolak rencana pemerintahan Presiden Donald Trump. Negara-negara itu menyatakan hal tersebut sebagai ancaman yang semakin nyata.
Gedung Putih menyatakan pada Selasa (6/1), Presiden AS Donald Trump memandang penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional untuk “mencegah ancaman dari pihak lawan di kawasan Arktik.”
Iran Tuduh AS & Israel Tunggangi Demo Berdarah, Ancam Ambil Tindakan
Panglima militer Iran Jenderal Amir Hatami menuduh Amerika Serikat dan Israel menunggangi demonstrasi berdarah di negara tersebut.
Demo pecah di 92 kota dan menewaskan 36 orang termasuk dua personel polisi, dikutip dari Iran International.
Ia menegaskan, Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan diancam oleh kekuatan luar, setelah AS dan Israel mendukung aksi protes anti-pemerintah, pada Rabu (7/1).
Pemimpin STC Proksi UEA Kabur dari Yaman saat Digempur Saudi
Pemimpin Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), Aidarous Al Zubaidi kabur sebelum koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan terhadap provinsi Dhale di selatan negara itu.
Melansir situs
Al Jazeera
, pada Rabu (7/1) pagi, koalisi itu mengatakan Al-Zubaidi dijadwalkan terbang dari kota Aden, Yaman, pada Selasa malam untuk mengakhiri konflik antara kelompoknya dan pemerintah Yaman.
Namun, Al Zubaidi tidak naik pesawat dan melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.
(rds)
[Gambas:Video objectright]

Baca lagi: RK Bicara Harta Gana-Gini hingga Asuh Anak Usai Cerai dengan Atalia

Baca lagi: Klasemen Liga Inggris setelah MU dan Man City Imbang

Baca lagi: James Wan Tertarik Garap Avatar 4

Baca lagi: An error occurred: ‘NoneType’ object has no attribute ‘group’

Picture of content

content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like