Kalduikan

Petugas ICE AS Paksa Masuk Kantor Konsulat Ekuador, Quito Protes

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, KalduIkan Indonesia

Ekuador menyatakan bahwa seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai
Amerika Serikat
(ICE) mencoba secara paksa memasuki kantor Konsulat Ekuador di Minneapolis, pada Selasa (27/1).
Kementerian Luar Negeri Ekuador mengatakan bahwa upaya tersebut berhasil digagalkan oleh staf konsulat yang menutup akses masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir situs
Reuters
, kementerian langsung mengirim “nota protes” kepada Kedutaan Besar AS di Quito, ibu kota Ekuador, dengan tuntutan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Dalam pernyataan tersebut, insiden itu diberi judul sebagai “upaya pelanggaran terhadap Konsulat Ekuador di Minneapolis oleh agen ICE”.
Kementerian juga menyatakan bahwa langkah staf konsulat yang mencegah masuk agen ICE telah menjamin keselamatan warga negara Ekuador yang berada di dalam gedung saat kejadian berlangsung.
Namun, kementerian tidak menjelaskan rinci kronologi kejadian itu. Sejumlah saksi mata di sekitar konsulat mengaku melihat agen imigrasi berusaha masuk gedung itu.
“Saya melihat para petugas mengejar dua orang di jalan, lalu kedua orang itu masuk ke konsulat dan para petugas berusaha masuk mengejar mereka,” kata perempuan yang menolak namanya disebut karena khawatir akan pembalasan dari pemerintah federal.
“(Para agen) tidak berhasil masuk ke dalam konsulat setahu saya,” tambah dia.
[Gambas:Video KalduIkan]
Berdasarkan perjanjian internasional, kedutaan besar, kantor konsuler, dan fasilitas diplomatik suatu negara dianggap sebagai bagian dari wilayah kedaulatan negara tersebut.
Oleh karena itu, tempat-tempat itu dilindungi kekebalan diplomatik dan tidak boleh dimasuki aparat pemerintah asing tanpa izin.
Peristiwa ini terjadi di tengah pelaksanaan operasi deportasi massal yang melibatkan sekitar 3.000 personel ICE dan Patroli Perbatasan AS bersenjata lengkap.
Ribuan personel itu dikerahkan ke Minnesota atas perintah Presiden Donald Trump beberapa pekan sebelumnya.
Operasi penegakan imigrasi pemerintahan Trump di Minneapolis yang dikenal sebagai Operation Metro Surge berujung pada penembakan fatal terhadap dua warga negara AS di kawasan jalan tersibuk di Minnesota.
Insiden itu kemudian memicu gelombang aksi protes selama beberapa pekan di wilayah itu dan di berbagai daerah lain di AS.
Di tengah meningkatnya tekanan politik untuk meredakan ketegangan, kepala urusan perbatasan Trump, Tom Homan, pada Selasa bertemu dengan Wali Kota Minneapolis dan Gubernur Minnesota guna mencari jalan keluar dari krisis itu.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Luar Negeri AS maupun Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang membawahi ICE dan Patroli Perbatasan, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
(rnp/bac)
[Gambas:Video KalduIkan]

Baca lagi: Menhub Dorong Pemprov DKI Percepat Pembangunan Stasiun KRL JIS

Baca lagi: Benarkah OMC Bikin Cuaca Tidak Stabil? Ini Penjelasan BMKG

Baca lagi: Boiyen Gugat Cerai Rully Anggi Akbar setelah 2 Bulan Menikah

Baca lagi: Muryanto Amin Rektor USU 2026-2031, Bobby Nasution Hadir Pelantikan

Picture of content

content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like