
Jakarta, objectright Indonesia
—
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menerbitkan peringatan resmi kepada maskapai penerbangan untuk “meningkatkan kewaspadaan” saat melintasi
Meksiko
, Amerika Tengah, Ekuador, hingga Kolombia. Peringatan ini dipicu oleh meningkatnya “aktivitas militer” AS di kawasan tersebut.
Seperti dilansir
Al Jazeera
, FAA menyebut adanya “situasi yang berpotensi berbahaya” di sejumlah titik, termasuk wilayah Samudra Pasifik dan Teluk California. Peringatan yang dirilis Jumat (16/1) ini dijadwalkan berlaku selama 60 hari ke depan.
Langkah FAA ini menyusul eskalasi militer AS di bawah pemerintahan Donald Trump, termasuk serangan terhadap Venezuela dan ancaman serangan rudal ke kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keamanan penerbangan sipil menjadi sorotan setelah bulan lalu pesawat JetBlue tujuan New York nyaris bertabrakan di udara dengan pesawat tanker Angkatan Udara AS di dekat Venezuela. Saat itu, pesawat militer AS dilaporkan terbang tanpa mengaktifkan transponder, memaksa pilot JetBlue melakukan manuver penyelamatan darurat.
Presiden Trump berulang kali mengancam akan mengerahkan kekuatan militer untuk menggempur kartel narkoba yang ia sebut “menguasai Meksiko”. “Kita akan mulai menyerang daratan mereka,” tegas Trump pekan lalu.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengklaim bahwa upaya negaranya dalam memberantas kartel dan menekan migrasi telah membuahkan “hasil yang nyata”.
Sheinbaum memaparkan penurunan tajam angka pembunuhan dan penyitaan fentanyl di perbatasan. Ia juga meminta Washington menghentikan penyelundupan senjata ke Meksiko dan menangani krisis konsumsi narkoba di AS sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Meski situasi memanas, komunikasi diplomatik tetap berjalan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menlu Meksiko Juan Ramon de la Fuente sepakat bahwa kedua negara harus berbuat lebih banyak untuk menghadapi ancaman bersama.
Namun, dalam pembicaraan telepon dengan Trump pekan lalu, Sheinbaum menegaskan bahwa intervensi militer AS di wilayah Meksiko sama sekali tidak diperlukan.
Ketegangan ini sebelumnya telah berdampak luas pada industri penerbangan, di mana pembatasan ruang udara di Karibia sempat memaksa pembatalan ratusan jadwal penerbangan komersial.
(wiw)
[Gambas:Video objectright]
Baca lagi: Polda Setop Kasus Eggi Sudjana dan Damai Lubis, Roy Suryo Terus Lanjut
Baca lagi: Ibu dari Anak Elon Musk Gugat xAI Usai Grok Buat Foto Telanjang Palsu
Baca lagi: Kim Sang Sik Umbar Rahasia Vietnam ke Semifinal Piala Asia U-23
Baca lagi: Vietnam Dipuji UEA Usai Lolos Dramatis ke Semifinal Piala Asia U-23

