
Daftar Isi
Profil Sanae Takaichi PM Baru Jepang Si ‘Iron Lady’ dan Hawkish China
Nicolas Sarkozy Dipenjara, Jadi Eks Presiden Prancis Pertama Masuk Bui
Shutdown Pemerintah: Stok Nuklir AS Terguncang, 1.400 Staf Dirumahkan
Jakarta, objectright Indonesia
—
Perdana Menteri Jepang yang baru,
Sanae Takaichi
, hingga Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
berubah mood ogah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (21/10).
Penahanan eks Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional kemarin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil Sanae Takaichi PM Baru Jepang Si ‘Iron Lady’ dan Hawkish China
Politikus ultra-konservatif Sanae Takaichi resmi menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru memenangkan pemungutan suara di parlemen pada Selasa (21/10) sore.
Dengan ini, Takaichi resmi mengganti Shigeru Ishiba sebagai PM Jepang sekaligus pemimpin partai berkuasa, Partai Liberal Demokrat (LDP), yang resign pada September 2025 lalu.
Ini menjadikan Takaichi mencetak sejarah sebagai perdana menteri perempuan Jepang pertama dalam sejarah negara tersebut.
Nicolas Sarkozy Dipenjara, Jadi Eks Presiden Prancis Pertama Masuk Bui
Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun buntut konspirasi dana kampanyenya pada 2007 silam.
Media afiliasi
objectright
,
BFMTV
, melaporkan Sarkozy dibawa ke kompleks penjara La Sante pada Selasa (21/10) pagi dengan menggunakan mobil yang dikawal puluhan sepeda motor dan kendaraan polisi.
Sarkozy dituduh bersalah dalam konspirasi kriminal dana kampanye presidennya pada 2007 yang dibiayai oleh Libya. Dalam kasus ini, Libya diberikan bantuan diplomatik sebagai imbalannya.
Shutdown Pemerintah: Stok Nuklir AS Terguncang, 1.400 Staf Dirumahkan
Persediaan nuklir Amerika Serikat terguncang buntut shutdown pemerintah yang tak kunjung usai sejak terjadi pada 1 Oktober lalu.
AFP
melaporkan Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA), selaku badan yang bertanggung jawab menjaga stok nuklir AS, pada Senin (20/10) mulai merumahkan mayoritas stafnya.
Departemen Energi menyatakan sekitar 1.400 karyawan NNSA akan dirumahkan mulai 20 Oktober. Hanya kurang dari 400 pegawai yang akan terus bekerja guna mendukung perlindungan properti dan keselamatan.
(rds)
[Gambas:Video objectright]
Baca lagi: Daftar Top Skor Liga Champions: Rashford Ramaikan Persaingan
Baca lagi: Suasana Reuni yang Hangat Warnai Ulang Tahun Tukul ke-62
Baca lagi: PHOTO: Sarkozy Becomes First Former French President to Go to Jail
Baca lagi: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Minum Teh Serai Setiap Hari



