
Jakarta, objectright Indonesia
—
Badan Penerbangan Federal (FAA)
Amerika Serikat
(AS) memperingatkan risiko bahaya bagi semua pesawat yang terbang di wilayah udara
Venezuela
.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya aktivitas militer di seluruh negeri dan situasi keamanan yang memburuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dapat menimbulkan risiko potensial terhadap pesawat [yang terbang di wilayah Venezuela] di semua ketinggian,” ujar FAA, melansir
ABC News
.
Kendati demikian, tak disebutkan secara rinci ancaman bahaya yang dimaksud. Yang jelas, imbauan itu berlaku bagi setiap pesawat yang lepas landas atau mendarat di Venezuela.
Pentagon sendiri telah mengkonfirmasi peringatan tersebut. Mereka menyebut peringatan dikeluarkan dan akan berlangsung selama 90 hari.
Eks Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan Mary Schiavo mengatakan, FAA terbiasa mengeluarkan pemberitahuan semacam ini setiap kali ada konflik militer. Namun, ia berharap semua pilot tetap memperhatikannya.
“Saya tidak akan menganggapnya sebagai ancaman serangan apa pun, karena saya sudah sering melihat hal ini. Tapi sebagai pilot sendiri, saya pasti akan mengindahkannya,” ujar Schiavo.
Schiavo menduga, AS mengantisipasi aksi militer oleh Venezuela atau merencanakan tindakan lain terhadap kapal-kapal narkoba.
Peringatan ini muncul seiring meningkatnya tekanan pemerintah AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Militer AS telah meluncurkan pesawat pengebom ke pesisir Venezuela dan mengirim kapal induk USS Gerald R Ford ke wilayah tersebut.
Kapal induk Ford dan beberapa kapal perusak lainnya merupakan tambahan teranyar dari sikap ‘kuda-kuda’ AS yang telah mengirimkan pasukan terbesarnya di sekitar Laut Karibia dekat Venezuela.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak menganggap Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Maduro kini menghadapi tuduhan narkoterorisme di AS.
AS juga telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal kecil di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur yang dituduh mengangkut narkoba ke AS dan menewaskan lebih dari 80 orang.
(asr)
Baca lagi: 215 Siswa Diculik dalam Serangan di Sekolah Kristen Nigeria
Baca lagi: Hasil Australia Open: Hajar Ganda Malaysia, Raymond/Joaquin ke Final
Baca lagi: This list of areas has the potential to be hit by extreme weather in the next week
Baca lagi: Ammar Zoni Minta Akses ke Anak-anak: Biar Tahu Daddy Masih Ada

