Kalduikan

Presiden Maduro: Tak Ada Cara untuk AS Invasi Venezuela

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, objectright Indonesia

Presiden
Venezuela
Nicolas Maduro menegaskan tidak ada cara bagi
Amerika Serikat
untuk menginvasi negaranya. Pernyataan Maduro menyusul pengerahan kekuatan angkatan laut AS di kawasan Karibia Selatan dekat perairan teritorial Venezuela.
“Tidak ada cara mereka bisa masuk ke Venezuela,” kata Maduro, Kamis (28/8).
Dia menegaskan negaranya siap mempertahankan kedaulatan di tengah kedatangan kapal perang AS yang disebut sebagai operasi melawan kartel narkoba Amerika Latin.
“Hari ini kita lebih kuat daripada kemarin. Hari ini kita lebih siap untuk mempertahankan perdamaian, kedaulatan, dan integritas teritorial,” ucap Maduro dalam pidatonya kepada pasukan, menurut Kantor Berita Venezuela.
Pernyataan itu muncul ketika Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk memprotes pengerahan militer AS. Moncada menyebut operasi itu sebagai propaganda besar-besaran untuk membenarkan intervensi militer.
“Itu operasi propaganda masif untuk membenarkan apa yang para ahli sebut aksi kinetik, artinya intervensi militer terhadap sebuah negara berdaulat yang tidak mengancam siapa pun,” kata Moncada.
Ia bahkan menyinggung klaim pengerahan kapal selam nuklir, dengan menyebutnya “konyol” jika alasan yang dipakai adalah pemberantasan narkotika.
Sementara itu, Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Claude membenarkan pengerahan kapal perang di lepas pantai Amerika Selatan.
Seorang pejabat AS menyebut terdapat tujuh kapal perang dan satu kapal selam nuklir yang sudah berada di wilayah tersebut atau akan segera tiba, dengan lebih dari 4.500 personel, termasuk sekitar 2.200 Marinir.
Operasi ini diluncurkan setelah pemerintahan Donald Trump menuduh Maduro dan pejabatnya terkait perdagangan kokain.
Sebagai respons, Venezuela mengerahkan kapal perang dan drone untuk berpatroli di garis pantai, serta meluncurkan perekrutan ribuan anggota milisi guna memperkuat pertahanan domestik.
Pemerintah juga menempatkan 15 ribu tentara di perbatasan dengan Kolombia untuk menindak perdagangan narkoba dan kelompok kriminal.
Maduro bahkan menyampaikan terima kasih kepada Kolombia yang mengirim tambahan 25 ribu personel militer ke perbatasan kedua negara guna menghadapi “geng narco-teroris,” menurut Kantor Berita Venezuela.
Meski AS tidak secara terbuka mengancam invasi, Trump sebelumnya menuduh geng kriminal, khususnya kartel kokain Cartel de los Soles, sebagai organisasi teroris dan menuduh Maduro menjadi pemimpinnya.
Sebaliknya, Maduro menuduh Washington ingin melakukan pergantian rezim, setelah AS menawarkan hadiah US$50 juta untuk penangkapannya terkait dugaan kasus narkotika.
(zdm/dna)

Baca lagi: Not only fruits, this is a recommendation of 5 fish high in potassium

Baca lagi: Duet 2 Mobil Baru GWM Melenggang di Surabaya

Baca lagi: 2 Sekutu AS Minta Israel Jelaskan Serangan Tewaskan 5 Jurnalis Gaza

Baca lagi: VIDEO: Topan Kajiki Picu Longsor Mematikan di Thailand dan Vietnam

Picture of content

content

You may also like